ukiran senyum tulusnya kurcacikan hati pendosa
purnama menyeruak dibalik bola matanya
beribu bintang tak malu mengerlip genit meminta perhatian
Ar Ra'd melukis keteduhan langit di tiap tuju langkahnya
peri atau bidadarikah poetry gayo ?
Mika'il menangis rahmati bumi larut dalam kesedihannya
bulir-bulir tetes ...







0 komentar:
Posting Komentar