Sambil menangis kutulis puisi ini
Agar tertumpah segenap gundah dihati
Mengenang rindu yang terlukis dihati
Rindu nan biru tiada terperi
Ibunda pergi tinggalkanku seorang diri
Meninggalkan selaksa kisah dalam memory
Tertuang merangkai kata dalam diary
Menyeruak masuk menembus relung sanubari
Jika boleh Ananda kembali.
Memetik kenangan penuh simphony.
Kan kurengkuh asa yang kian membanjiri.
Jasa Ibunda terkenang dihati.
Senantiasa bertahta erat terpatri.
Didasar ruang dalam sanubari.
Segala apa yang tlah terlalui.
Bersama Ibunda di setiap hari.
Agar tertumpah segenap gundah dihati
Mengenang rindu yang terlukis dihati
Rindu nan biru tiada terperi
Ibunda pergi tinggalkanku seorang diri
Meninggalkan selaksa kisah dalam memory
Tertuang merangkai kata dalam diary
Menyeruak masuk menembus relung sanubari
Jika boleh Ananda kembali.
Memetik kenangan penuh simphony.
Kan kurengkuh asa yang kian membanjiri.
Jasa Ibunda terkenang dihati.
Senantiasa bertahta erat terpatri.
Didasar ruang dalam sanubari.
Segala apa yang tlah terlalui.
Bersama Ibunda di setiap hari.







0 komentar:
Posting Komentar