Menanti Cahaya



Semburat cahaya meriakkan hatiku 

Ku segera berlari riang

Seolah tiada beban, langkah kaki ku ringan

Ku peluk langit malam ketika ku bisa memandang senyum lincahmu

ketika yang ku tahu dulu cinta itu tak pernah ada

aku terpuruk sendiri di dalam ruang tanpa batas khayalku

dan di saat yang tepat, kau hadirkan cinta

aku suka rasa mu, rasamu padaku

melebur bersama malam bercahaya indah itu

aku menyayangimu

ya, seluruh bagian hatiku terisi namamu



Aku bertanya kepada bulan purnama

Kemana cahaya yang biasa menyertai kehadirannya?

Seluruh jiwaku seakan retak

hatiku sendu

harus di mana ku menatap hadirmu?

dimanakah?



Aku menunggu,

di mana saat cahaya itu menerbangkan sinarnya

Aku menunggu,

di mana tembok raksasa ini tidak menjadi penghalang

Aku menunggu,

di tengah keterbatasan dirimu dan diriku

kita dapat merontokkan rindu yang tak terbendung ini

Aku akan terus menunggu…

0 komentar:

Posting Komentar