tetesan rinduku

Tetesan rindu menitik batu
Aku dan terpenjara
Di kamar jiwa, tempat semua cinta membeku
Saat dingin, dan semua cinta menguap
Ketika kemarau mendera jiwa yang kering

Terbaring
Berselimut aksara dari kitab-kitab kosong
Waktu mengitari senja
Sembari merangkai sajak
Mengisi lembaran-lembaran usang

Helaian kertas terakhir
Tertulis sama seperti ribuan helai sebelumnya
Barisan sajak tentangmu, masih tentangmu
Yang tergores dari hati sang rembulan hina
Tak bercahaya

0 komentar:

Posting Komentar