Hati Berkeping Lara



jumawa dalam suasana riuh
tegarkah ia?
oohh..tidak
takkah kau lihat
bulir air mata menetes
dari kedua pipinya yang tirus
perih laksana sayatan sembilu
mengiris telapak tangan
saat jiwa terkoyak meredam amarah

ada yang tersentuh
tapi tak nampak
ada yang terdengar
tapi tak bersuara
dinding yang dingin
jadi saksi bisu
dan jarakpun terus melebar
berselimut luka yang semakin berdarah

0 komentar:

Posting Komentar