Bagian tiga
Gadisku, pujaan hatiku…
Kau terlalu sempurna untuk ku miliki
atau sekedar untuk ku cintai
Nafamu begitu sayup, detak jantungmu adalah irama terindah
Pandangan matamu mampu menembus dadaku
Hingga terlihat jelas jantungku yang berdetak sangat keras
Sifatmu lembut melebihi sutra sekalipun
Dan saat aku membelai rambutmu, kedamaianlah yang kurasakan
Gadisku, pujaan hatiku…
Kesempurnaan’mu membuatku seakan begitu lemah
Keanggunan’mu membuatku seakan begitu buruk
Dan kharisma’mu membuatku tak berdaya menahan badai cinta.
Tanya malam pada siang dan sebaliknya tanya siang pada malam.
Apakah kita dapat bersama dalam cinta
Atau sebaliknya kita berbeda dalam segala hal
Termaksud dalam cinta…
Gadisku, pujaan hatiku…
Kau terlalu sempurna untuk ku miliki
atau sekedar untuk ku cintai
Nafamu begitu sayup, detak jantungmu adalah irama terindah
Pandangan matamu mampu menembus dadaku
Hingga terlihat jelas jantungku yang berdetak sangat keras
Sifatmu lembut melebihi sutra sekalipun
Dan saat aku membelai rambutmu, kedamaianlah yang kurasakan
Gadisku, pujaan hatiku…
Kesempurnaan’mu membuatku seakan begitu lemah
Keanggunan’mu membuatku seakan begitu buruk
Dan kharisma’mu membuatku tak berdaya menahan badai cinta.
Tanya malam pada siang dan sebaliknya tanya siang pada malam.
Apakah kita dapat bersama dalam cinta
Atau sebaliknya kita berbeda dalam segala hal
Termaksud dalam cinta…







0 komentar:
Posting Komentar