Bagian satu
Kau bertahta tinggi di atas singgasana lubuk hatiku
Yang memang rendah untuk kau duduki
Saat aku terlelap dalam tidur, kau hadir dalam mimpiku
Menemaniku, menuntun langkahku dikesendirian dalam kegelapan malam
Cahaya cinta, kaulah penerang segala kehidupan
Sinarilah aku dan dia dalam satu lingkaran kasih sayang
Malam tak juga berganti
dan siang yang tak sabar menanti
Akhir dari perjalanan kisah cinta ini…
Sadarlah, sadarlah suara kenyataan menyapaku
Bahwa ia terlalu sempurna untuk kumiliki
atau sekedar untuk kucintai
Gadisku, pujaan hatiku…
kau tak pernah ada, sebab kau tak pernah tercipta
Hingga terlalu maya keberadaanmu dalam impianku
Gadisku, pujaan hatiku…
Kau menjadi khayalan terindah
Dalam likuan takdir hidupku.







0 komentar:
Posting Komentar