KHILAF

Tertatih perih melawan waktu..
Padahal dulu cepat berlalu..
Pasrah menunggu dan membiru
Merelakan detik mengiris kalbu
 
Kebijaksanaankah ubah janjimu?
Saat terlampiaskan sudah egomu
 
Inikah kebenaran atas kesalahan?
Yang memeras habis jiwa..
Menyisakanku dalam keterpurukan
Melemparku pada depresi mendalam
Apa aku hanya khilafmu?
 
Letih hati saat kata tak juga ada
Kau kupuja, dulu slalu menjaga
Menghambur rindu dalam pelukku
Mendekap batin, menentramkanku
 
Kini kaubilang kan jalani kenyataan
Kau lempar kebodohan dimukaku
Kau potong pula kedua kaki cacatku
Lalu kau hisap habis asaku
 
Tak apa... mungkin kau harus tega
Teruslah berlalu menatap tujuan
 
Aku burung sakit di tepi jalan
Entah siapa yang memanahku jatuh
Entah siapa yang melindasku hancur
aaaahhhhh kenapa aku masih bernyawa?
Skali lagi burung kecil ini tersiksa
menantikan roda yang mencabut nyawa
 
Dalam senyap aku berkata
Ini bukan panggungku
atau hanya pemeran pembantu
Itu sebabnya tak perlu kamu iba
 
Lukamu akan cepat terobati
Sementara pilihanku hanya mati

0 komentar:

Posting Komentar