Sang surya saja belum menampakkan dirinya.
Masih malu untuk mengeluarkan keperkasaan cahaya.
Masih malu untuk mengeluarkan keperkasaan cahaya.
Udara pagi ini sangat sejuk menusuk tulang.
Menggapai sudut terdalam dari tubuhku.
Sehingga aku larut dalam hangat selimutku.
Menggapai sudut terdalam dari tubuhku.
Sehingga aku larut dalam hangat selimutku.
Tanggan-tangan awan, yang mulai berkumpul.
Sepertinya mereka akan menumpahkan kesedihan.
Menggelap menyelimuti samarnya langit.
Sepertinya mereka akan menumpahkan kesedihan.
Menggelap menyelimuti samarnya langit.
Sepertinya mereka tau, aku tersesat di gunung cinta ini.
Mencari jalan terbaik untuk pulang kerumah rasa sayang.
Untuk kembali memenangkan hati seseorang.
Mencari jalan terbaik untuk pulang kerumah rasa sayang.
Untuk kembali memenangkan hati seseorang.
Jalan itu sepertinya sulit ku dapatkan.
Setidaknya aku memiliki selimut hati.
Yang hangat, yang selalu siap menenangkan ku.
Terima kasih selimut hatiku.
Setidaknya aku memiliki selimut hati.
Yang hangat, yang selalu siap menenangkan ku.
Terima kasih selimut hatiku.







0 komentar:
Posting Komentar