air mata bunda

darah di pangkuan di tepi jalan itu..
seorang bunda erat memeluk anak lelakinya..
di antara himpitan trotoar dan dan motor tua..
binasa raga nafas merenggang nyawa..

ditepi jalan itu bunda..
tetes air matamu jadi saksi dunia..
dimana kasihmu terlihat jelas tanpa ada balas jasa..
bahkan kepada anakmu yang malang petaka kaupun tetap cinta..
setelah darah dikepalamu karena tangannya..
setelah memar tubuhmu karena kakinya..
ditepi jalan itu kau tunjukan bahwa kau tak pernah benci padanya..

tetes air matamu bunda..
tetes air mata duka..
lirih suaramu lafalkan do'a..
semoga sang anak selamat kiranya..

namun tuhan tak memihak bunda..
sakratul maut tetap menyiksa..
tulus maafmu buka jalan padanya..
anakmu yang hina melepas nyawa..
dalam pangkuanmu ia telah tiada..

0 komentar:

Posting Komentar