Separuhku kembali bergejolak ingin mendahului pergi
Bersama sejiwa cinta hingga tak bersisa ini
Separuhku lagi terdiam muram sepi
Bersama seraga rindu yang sudah terlalu bersemi
Benar,aku mencintaimu, Tapi apa harus sebesar ini
Benar,aku merindumu Tapi apa mesti sepekat ini
Benar,aku mendambamu,Tapi apa wajar jika separah ini
Mengapa jiwaku selalu berguncang menatapmu
Ketika ingatku membawamu kebenakku
Mengapa dadaku harus bergetar bersamamu
Ketika kuucap dengan halus nama indahmu
Mengapa aku harus tergila-gila padamu
Hanya karenamu yang tak pernah sekalipun bertemu
Mengapa aku harus membuang air matamu
Hanya karena menggores pahatan puisi cintamu
Janganlah engkau kembali diam kasih,
Jawablah aku sang kekasih
Aku yang selalu mencintaimu tanpa pamrih
Disini dan ingin selalu kau ku raih







0 komentar:
Posting Komentar