Wahai bidadariku
Aku hanya ingin selalu bersamamu
Melindungi dan memelukmu
Menumpahkan cinta dan kasihku kepadamu
Pahit, getir, sakit, yang harus ku jalani
Tak kan membuat aku mundur dan menyerah
Aku hanya ingin selalu bersamamu
Melindungi dan memelukmu
Menumpahkan cinta dan kasihku kepadamu
Pahit, getir, sakit, yang harus ku jalani
Tak kan membuat aku mundur dan menyerah
Hanya kalianlah bidadariku
Sumber segala api yang bergelora dalam diriku
Senyum dan tawamu adalah pelipur laraku
Senyum dan tawamu adalah sumber gairahku
Senyum dan tawamu adalah semangat hidupku
Meski, senyum dan tawamu juga adalah luka dalam hatiku
Sumber segala api yang bergelora dalam diriku
Senyum dan tawamu adalah pelipur laraku
Senyum dan tawamu adalah sumber gairahku
Senyum dan tawamu adalah semangat hidupku
Meski, senyum dan tawamu juga adalah luka dalam hatiku
Wahai bidadariku….
Aku berjanji, aku bersumpah,
atas nama Dia Yang Maha Kasih
Takkan pernah sedetikpun kulewatkan hidup ini
tanpa menyayangi dan mencintaimu
Biarlah api menghabiskan tubuh ini
Bagaikan lilin yang habis dimakan api
Tetapi, dia menerangi sekelilingnya
Aku berjanji, aku bersumpah,
atas nama Dia Yang Maha Kasih
Takkan pernah sedetikpun kulewatkan hidup ini
tanpa menyayangi dan mencintaimu
Biarlah api menghabiskan tubuh ini
Bagaikan lilin yang habis dimakan api
Tetapi, dia menerangi sekelilingnya
Wahai bidadariku, Nur Asiah Nasution
Engkau lah pelita hatiku
Aku lantunkan kalam cinta Kahlil Gibran untuk kalian
Engkau lah pelita hatiku
Aku lantunkan kalam cinta Kahlil Gibran untuk kalian







0 komentar:
Posting Komentar